Pengental

Pengental yaitu bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu. Pengental makanan lebih dikenal dengan sebutan Emulsifier.Pengental makanan juga termasuk salah satu dari berbagai macam zat aditif. Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan atau dicampurkan terhadap makanan untuk menciptakan citarasa atau mutu yang lebih baik.

Gambar terkait

Pengental makanan juga merupakan bahan tambahan pangan yang aman menurut SK Menkes no.722/Menkes/Per/IX/88. Untuk proses pengentalan bahan pangan cair dapat digunakan hidrokoloid, gumi dan bahan polimer sintetis. Bahan Pengental ini seperti karagenan, agar, pectin, gum arab, CMC.

  Fungsi Pengental
Bahan tambahan makanan ini biasanya ditambahkan pada makanan yang mengandung air dan minyak, misalnya saus selada, margarine dan es krim. Berikut adalah macam-macam bahan pengental makanan dan penjelasannya.

 Macam-macam Pengental Makanan :

a.       Telur 
Telur mengandung lipoprotein dan fosfolipid seperti lesitin yang dikenal sebagai misel. Struktur
misel pada lesitin tersebut adalah bagian yang membuat Emulsifier bekerja dengan baik.

b.      Gelatin
          Gelatin adalah salah satu pengental makanan yang merupakan jenis protein yang di ekstrasi dari jaringan kolagen kulit, atau ligament hewan. Secara garis besar Gelatin juga salah satu pemberdayaan pengolahan limbah, karena Gelatin diperoleh dari tulang hewan yang tidak terpakai di rumah pemotongan hewan.

c.       Kuning dan Putih Telur
            Putih telur adalah protein yang bersifat sebagai Emulsifier dengan kekuatan biasa dan kuning telur merupakan Emulsifier yang paling kuat. Paling sedikit sepertiga kuning telur merupakan lemak, tetapi yang menyebabkan daya emulsifier kuat adalah kandungan lesitin dalam bentuk kompleks sebagai lesitin protein.

d.      Lesitin (Fosfatidil Kolina)
            Adalah suatu fospolipid yang menjadi komponen utama fraksi fospatida pada ekstrak kuning tel atau kacang kedelai yang diisolasi secara mekanik, maupun kimiawi dengan menggunakan heksana. Lesitin merupakan bahan penyusun alami pada hewan maupun tanaman. Lesitin paling banyak diperoleh dari kedelai.

e.       Tepung Kanji
           Tepung kanji, tapioka, tepung singkong, atau aci adalah tepung yang diperoleh dari umbi akar ketela pohon. Tepung kanji merupakan salah satu emulsifier yang bagus untuk makanan. Tepung ini memiliki sifat-sifat fisik yang hampir sama dengan tepung sagu sehingga penggunaan keduanya dapat dipertukarkan.

f.       Kedelai
             Kedelai sebagai bahan makanan memunyai nilai gizi cukup tinggi. Di antara jenis kacang-kacangan, kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral dan serat yang paling baik. Di dalam biji kedelai terdapat minyak yang cukup tinggi, di samping air. Keduanya dihubungkan oleh suatu zat yang disebut lecithin. Bahan inilah yang kemudian diambil atau diekstrak menjadi bahan pengemulsi yang bisa digunakan dalam produk-produk olahan.

g.      Susu Bubuk
           Susu bubuk adalah bubuk yang dibuat dari susu kering yang solid. Susu bubuk mempunyai daya tahan yang lebih lama dari pada susu cair dan tidak perlu disimpan di lemari es karena kandungan uap airnya sangat rendah. Susu bubuk selain sebagai pelengkap gizi, dapat pula berperan sebagai emulsifier dalam proses emulsi suatu bahan pangan yang sangat bagus.


kurang jelas? lihat video berikut



Zat Aditif Pengental

Pemberi Aroma

Image result for zat aditif pemberi aroma

Pemberi aroma adalah zat yang dapat memberikan aroma tertentu pada makanan atau minuman, sehingga dapat membangkitkan selera konsumen. Penambahan zat pemberi aroma menyebabkan makanan memiliki daya tarik untuk dinikmati. Zat pemberi aroma yang berasal dari bahan segar atau ekstrak dari bahan alami, misalnya minyak atsiri dan vanili. Pemberi aroma yang merupakan senyawa sintetik, misalnya: amil asetat mempunyai cita rasa seperti pisang ambon, amil kaproat (aroma apel), etil butirat (aroma nanas), vanilin (aroma vanili), dan metil antranilat (aroma buah anggur). Jeli merupakan salah satu contoh makanan yang menggunakan zat pemberi aroma.

kurang jelas?lihat video berikut

Zat Aditif Pemberi aroma




Penyedap


1. Bahan Penyedap Alami

                Bahan penyedap alami yang sering digunakan untuk menimbulkan rasa gurih pada makanan, antara lain santan kelapa, susu sapi, dan kacang-kacangan. Selain itu, bahan penyedap lainnya yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, antara lain lengkuas, ketumbar, cabai, kayu manis, dan pala. Tujuan ditambahkannya penyedap adalah meningkatkan cita rasa makanan, mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin hilang saat pemprosesan dan memberi cita rasa tertentu pada makanan.

Hasil gambar untuk lengkuas

2. Bahan Penyedap Buatan

                 Zat penyedap buatan dibedakan menjadi dua macam, yaitu zat penyedap aroma dan zat penyedap rasa. Zat penyedap aroma buatan terdiri dari senyawa golongan ester, antara lain oktil asetat (aroma buah jeruk), iso amil asetat (aroma buah pisang), dan iso amil valerat (aroma buah apel). Zat penyedap rasa yang banyak digunakan adalah monosodium glutamate (MSG) atau lebih populer dengan nama vetsin dengan berbagai merek yang beredar di pasar.
Hasil gambar untuk penyedap buatan




kurang jelas? lihat video berikut


Zat Aditif Penyedap


 Pengawet 

1. Bahan Pengawet Alami

Gambar terkait
              Bahan pengawet alami yang sering digunakan adalah garam, cuka, dan gula. Bahan pengawet alami ini digunakan untuk mengawetkan makanan agar selalu berada dalam kondisi baik. Metode pengawetan menggunakan garam dapur (NaCl) telah dilakukan masyarakat luas selama bertahun-tahun. Larutan garam yang masuk ke dalam jaringan diyakini mampu menghambat pertumbuhan aktivitas bakteri penyebab busuk, sehingga makanan tersebut jadi lebih awet. Pengawetan dengan garam ini memungkinkan daya simpan yang lebih lama dibanding dengan produk segarnya yang hanya bisa bertahan beberapa hari atau jam saja.

2. Bahan Pengawet Buatan

Menurutmu adakah makanan dalam kemasan tanpa menggunakan bahan pengawet? Pada zaman modern ini rasanya hal itu tidak mungkin karena zaman sekarang ini menuntut penyajian yang serba cepat dan tahan lama.
Hasil gambar untuk zat aditif pengawet buatan
Beberapa bahan pengawet diperbolehkan untuk dipakai, namun kurang aman jika digunakan secara berlebihan. Bahan-bahan pengawet tersebut, antara lain sebagai berikut :

  • Kalsium Benzoat, Bahan pengawet ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun), bakteri spora, dan bakteri bukan pembusuk.
  • Sulfur Dioksida (SO2), Bahan pengawet ini juga banyak ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirop, dan acar.
  • Kalium Nitrit, Kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat.
  • Kalsium Propionat/Natrium Propionat dan Natrium Metasulfat, Ketiganya termasuk dalam golongan asam propionat, sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan pengawet ini biasanya digunakan untuk produk roti dan tepung.
  • Asam Sorbat, Beberapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah, dan produk minuman kerap ditambahkan asam sorbat.

Zat pengawet yang tidak boleh digunakan karena memang tidak layak dikonsumsi atau berbahaya. misalnya boraks, formalin, dan rhodamin-B. Formalin tidak boleh digunakan karena dapat menyebabkan kanker paru-paru dan gangguan pada alat pencernaan dan jantung. biasanya formalin digunakan untuk mengawetkan mayat. Adapun penggunaan boraks sebagai pengawet makanan dapat menyebabkan gangguan pada otak, hati, dan kulit. selain itu ketiga zat ini termasuk zat yang bersifat karsinogen (penyebab timbulnya kanker)

kurang jelas? lihat video berikut



Zat Aditif Pengawet

Pemanis

           Hampir semua makanan yang kita jumpai di pasaran memiliki cita rasa yang manis. Definisi dari pemanis merupakan suatu zat yang dicampurkan pada suatu makanan dan juga minuman yang mempunyai fungsi sebagai pemberi rasa yakni manis. Seperti halnya dengan pewarna, pemanis juga dikategorikan menjadi dua yakni pemanis alami dan pemanis buatan. Pemanis alami seperti gula merah, gula pasir, dan juga gula tebu. 
Gambar terkait

            Kelebihan yang ditawarkan oleh pemanis alami yaitu mempunyai nilai kalori yang cukup baik dan sangat mudah dilakukan proses pencernaan dalam tubuh. Sedangkan pemanis buatan mempunyai jenis dan macam yang cukup banyak seperti halnya sakarin, aspartame, siklamat, sorbitol, asesulfam, dan gliserol. 
           Bahan-bahan pemanis ini seringkali dipakai untuk campuran pada proses pembuatan permen, es krim, saus, minuman ringan dan lain sebagainya. Kandungan kaloriyang ada juga sangat rendah dan ternyata sangat sulit dalam proses pencernaannya di dalam tubuh.
             Jika terjadi kelebihan jumlah kalori yang ada dalam tubuh akan mengakibatkan obesitas (mempunyai berat badan yang berlebihan). Cara yang bisa anda terapkan guna mencegah obesitas yakni dengan melakukan penggantian gula yang anda pakai dengan kalori yang relatif tinggi dengan menggunakan pemanis buatan yang mempunyai nilai kalori yang lebih rendah.
              Pada umumnya pemanis buatan yang sangat mudah dijumpai dan digunakan ialah asesulfam dan aspartame. Namun di pasaran beberapa pemanis buatan peredarannya mulai dilarang karena terbukti mempunyai sifat karsinogenik. Aspartam pertama kali ditemukan untuk digunakan sebagai bahan pemanis buatan dengan tingkat keamanan yang lebih baik.
            Namun asesulfam mempunyai tingkat ketahanan yang lebih baik pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan aspartam yang tidak tahan terhadap suhu yang tinggi. Aspartam memiliki tingkat kemanisan sebanyak 180 kali lipat jika dibandingkan dengan gula tebu. Sedangkan nilai kalori yang terkandung adalah 1 banding 160 jika dibandingkan dengan gula tebu. Kekurangannya, aspartam akan mudah kehilangan kandungan rasa yang ada apabila disimpan dalam jangka waktu tertentu sehingga tidak digunakan dalam industri minuman ringan. 

kurang jelas? lihat vedo berikut

zat aditif Pemanis

Pewarna

              Jika dibandingkan dengan yang lain, zat aditif yang sering digunakan ialah bahan pewarna. Penggunaan bahan pewarna yang dilakukan di rumah, biasanya hanya digunakan untuk menambahkan dan memberi sedikit warna agar tampilan makanan dan juga minuman menjadi terlihat lebih menarik. Hal tersebut berfungsi untuk memunculkan dan merangsang nafsu makan.
Hasil gambar untuk zat aditif pewarna


              Pewarna yang digunakan untuk memberikan warna pada makanan dan minuman terbagi menjadi dua yakni pewarna alami dan pewarna buatan. Pewarna alami biasanya didapatkan dengan memanfaatkan tumbuhan dan juga hewan. Misalnya seperti karamel dari cokelat, warna hijau dari daun suji, warna kuning dari kunyit, dan lain sebagainya.

               Pewarna alami cenderung mempunyai tingkat keamanan yang baik bagi tubuh manusia, namun jenis dan juga ragamnya bisa dihitung karena sangat terbatas. Sedangkan pewarna buatan atau pun sintesis, yang mempunyai jumlah ragam dan jenis yang sangat banyak, namun pewarna buatan tidak baik bagi kesehatan tubuh manusia sehingga bisa memicu perkembangan dari sel kanker.

Hasil gambar untuk zat aditif pewarna
                Contoh dari pewarna buatan meliputi tartrazine untuk warna kuning, indigo untuk warna biru. Pada industri makanan dan juga minuman, gizi yang terkandung dalam pewarna sintesis tidak ada sama sekali dan menyebabkan gangguan pada kesehatan. Seringkali digunakan untuk campuran dalam pembuatan sirup, permen ataupun kue.

Kurang jelas lihat video berikut

Zat Aditif Pewarna

Karies Gigi
        Gigi manusia memiliki tiga lapisan. Lapisan terluar yang keras disebut enamel. Di dalamnya, tepatnya di bagian tengah, terdapat lapisan lagi yang disebut dentin. Lalu, ada bagian pusat gigi yang berisi pembuluh darah dan saraf. Pusat gigi ini disebut pulp. Makin dalam lapisan yang terinfeksi bakteri, maka akan makin parah menimbulkan kerusakan gigi.
Gambar terkait
Kebiasaan-kebiasaan buruk seperti suka mengonsumsi makanan manis dan lalai dalam merawat gigi adalah dua di antara sekian banyaknya penyebab karies gigi.
Sebelum terlambat, mulailah melakukan pencegahan terjadinya karies pada gigi. Ada banyak cara sederhana yang dapat diprioritaskan untuk mencegah rusaknya gigi, yaitu:
Menyikat gigi dan menggunakan benang gigi 
Sikatlah gigi sedikitnya dua kali sehari, terutama setelah makan. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Meskipun sudah menyikat gigi, Anda tetap perlu membersihkan sela-sela gigi. Gunakan benang gigi untuk membersihkannya.
Berkumur menggunakan air yang mengandung fluoride
Ada saatnya Anda mungkin tidak sempat atau tidak memungkinkan untuk menggosok gigi setelah makan. Bila hal ini terjadi, usahakan berkumur dengan air putih. Lebih baik lagi untuk berkumur-kumur dengan air yang mengandung fluoride.
Kurangi konsumsi camilan dan minuman selain air putih
Mengobrol sambil menikmati makanan ringan memang mengasyikkan, namun di balik itu ada bahaya yang mengancam gigi. Camilan yang mengandung karbohidrat atau tinggi gula akan menciptakan asam di mulut. Akibatnya, bakteri mendapatkan tempat yang disukainya dan mulailah dia merusak gigi. Dampak yang sama juga berasal dari kebiasaan mengonsumsi minuman selain air putih, misalnya minuman manis di dalam kemasan.
Makan makanan yang menyehatkan gigi
Makanan manis seperti permen dan keripik yang mudah melekat dan terselip di sela-sela gigi dalam waktu lama disarankan untuk dihindari. Sebagai pengganti makanan gurih dan manis, bisa mencoba sayur-sayuran dan buah-buahan. Kedua kelompok makanan ini baik untuk gigi karena dapat meningkatkan produksi air liur yang turut berfungsi membantu membersihkan gigi secara alami. Anda juga bisa memilih alternatif lain yang bisa membantu membersihkan gigi, yaitu permen karet yang tidak mengandung gula, serta kopi dan teh asalkan tidak ditambahkan pemanis.
Periksa gigi secara teratur
Memeriksakan gigi secara teratur dapat menjaga gigi tetap sehat. Keberadaan potensi karies gigi menjadi lebih cepat terdeteksi dan bisa segera ditangani. Jadi, jangan tunda lagi. Mulai biasakan rutinitas ke dokter gigi dari sekarang.
Pertimbangkan perawatan gigi menggunakan terapi fluor
Fluoride bisa didapat pasta gigi.Jika tidak memperoleh cukup fluoride, Anda bisa menemui dokter gigi untuk mendapatkan terapi fluoridasi yang dioles ataupun suplemen.
Perawatan gigi antibakteri
Bagi sebagian orang, kondisi tubuh dapat menjadikan gigi rentan terhadap kerusakan. Dokter dapat memberikan obat kumur antibakteri tertentu ataupun terapi lainnya yang bertujuan untuk mengurangi bakteri di mulut.
Makin dini Anda melakukan perawatan gigi, maka makin mudah pula penanganan terhadap karies gigi. Jangan lagi menyepelekan pemeriksaan ke dokter gigi jika masih menginginkan gigi Anda awet hingga usia tua nanti.

Karies Gigi

Konstipasi (Sembelit)

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi sulit buang air besar secara teratur, tidak bisa benar-benar tuntas,  atau tidak bisa sama sekali. Secara umum, seseorang bisa dianggap mengalami konstipasi apabila buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.
Tiap pengidap bisa mengalami konstipasi dengan tingkat keparahan berbeda-beda. Ada yang mengalaminya untuk waktu singkat dan ada juga yang jangka panjang atau kronis. Konstipasi kronis biasanya menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman yang bisa memengaruhi rutinitas sehari-hari.
Gambar terkait

Penyebab dan Faktor Risiko Konstipasi

Konstipasi atau sembelit merupakan penyakit yang sangat umum dan bisa diderita oleh siapa saja. Meski demikian, penyakit ini dua kali lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria, terutama pada masa kehamilan. Lansia juga termasuk kelompok orang yang lebih sering mengalaminya.
Penyebab konstipasi pada seseorang bisa lebih dari satu faktor. Misalnya, kurang minum, kurang konsumsi serat, perubahan pola makan, serta kebiasaan mengabaikan keinginan untuk buang air besar, efek samping obat-obatan, dan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi.
Sementara pada anak-anak, pola makan yang buruk, rasa cemas saat menggunakan toilet, dan masalah saat latihan menggunakan toilet bisa menjadi penyebab konstipasi.

Langkah Pengobatan Konstipasi

Perubahan pola makan dan gaya hidup merupakan langkah utama dalam mengobati konstipasi. Langkah-langkah tersebut meliputi:
  • Meningkatkan konsumsi serat per hari secara bertahap.
  • Mengonsumsi lebih banyak air putih.
  • Lebih sering berolahraga.
Jika perubahan sederhana pada pola makan dan gaya hidup tidak bisa membantu, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Setelah mendiagnosis kondisi Anda, dokter umumnya akan memberikan obat pencahar untuk melancarkan proses buang air besar. Langkah ini biasanya efektif, tapi tubuh Anda membutuhkan waktu beberapa bulan untuk membiasakan diri dengan proses buang air besar secara rutin.

Pencegahan dan Komplikasi Konstipasi

Di samping mengubah pola makan dan gaya hidup, Anda juga bisa mengurangi risiko konstipasi dengan tidak mengabaikan keinginan untuk ke toilet dan mengatur jadwal buang air besar agar bisa dilakukan dengan leluasa dan nyaman.
Konstipasi jarang menyebabkan komplikasi. Namun jika dialami dalam jangka panjang, konstipasi dapat menyebabkan hemoroid atau wasir, impaksi feses (menumpuknya tinja kering dan keras di rektum), sobeknya kulit pada anus, serta prolaps rektum (sebagian usus yang mencuat keluar dari anus akibat mengejan).

Konstipasi

Gejala kekurangan vitamin

Gambar terkait


1. Bibir pecah-pecah dan juga di sudut mulut

Tanda gejala pertama dari tubuh yang kekurangan vitamin yaitu seperti ada celah di sudut mulut atau juga bibir yang pecah-pecah.

Tentunya masalah sudut mulut dan bibir yang pecah-pecah bukan saja karena kekurangan vitamin C (seperti yang dikira oleh banyak orang), tetapi juga karena kekurangan Vitamin B, zat besi dan Zinc.

Untuk mengatasi hal ini, maka kita dapat mengutamakan untuk makan-makanan seperti makan jeruk, jambu batu, daging unggas, ikan salmon, ikan tuna, telur serta tomat dan beberapa makanan sejenis dari yang disebutkan tersebut.
Tubuh yang kekurangan vitamin B6 juga dapat menyebabkan ujung mulut atau bibir menjadi pecah sehingga perlu menambah menu makanan seperti sayuran hijau dan juga kacang-kacangan.

2. Benjolan (berwarna merah dan putih) di wajah, lengan, dan betis. 

Jika seseorang benjolan ini, maka ada kemungkinan orang tersebut kekurangan vitamin A dan juga vitamin D.

Sehingga dengan mengkonsumsi vitamin cukup penting guna menurunkan lemak jenuh, dan juga dapat diganti dengan meningkatkan asupan lemak sehat.

Kekurangan tubuh yang kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan (selain dari diatas) infeksi saluran pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh, rabun senja, katarak.

Sedangkan akibat dari kekurangan vitamin D juga dapat menyebabkan otot yang mudah mengalami kejang-kejang dan juga pertumbuhan tulang yang tidak normal.

Untuk mengatasi hal-hal diatas maka Anda dapat memakan makanan (untuk vitamin A) seperti ikan salmon, susu, sayuran hijau, wortel, ubi, paprika merah dan buah-buahan. Untuk vitamin D seperti susu, telur, minyak ikan, dan juga keju.


3. Kram otot (rasa tertusuk) di betis, punggung kaki, dan jari kaki

Kram otot terutama pada kaki seperti yang disebutkan diatas tentunya sangat terasa sakitnya.

Rasa sakit tersebut terjadi karena tubuh yang kekurangan kalsium, magnesium, dan juga kalium.

Untuk mengatasinya, maka utamakan untuk mengkonsumsi makanan seperti apel, anggur, labu, dan juga bayam

4. Kesemutan pada kaki dan tangan

Rasa kesemutan dirasakan karena tubuh yang kekurangan vitamin B9, B6, and B12.

Sehingga disarankan untuk memakan makanan seperti bayam, kacang, telur, dan juga daging unggas, yang kaya akan kandungan vitamin B tersebut.

Terakhir, perlu untuk sering diingat bahwa kesehatan merupakan hal penting dan sesuatu sangat dibutuhkan oleh manusia, sehingga rawatlah tubuh dengan sebaik-baiknya.

5. Muncul Sariawan

Menurunnya daya tahan tubuh, yang biasanya disertai dengan kulit kering dan bersisik, mulut kering, bibir pecah, serta sariawan merupakan gejala kekurangan vitamin B2.

Untuk mencegahnya, yaitu perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B2, seperti sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur dan susu.

6. Gangguan pada syaraf

Gangguan pada syaraf dan otot, kemandulan pada pria dan wanita disebakan karena kekurangan vitamin E.

Untuk mencegahnya yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E, seperti ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan.

7. Anemia

Gejala kurang darah (anemia), yang biasanya disertai dengan mudah lelah, tubuh terasa letih dan lesu, serta penyakit kulit bisa menjadi ciri-ciri tubuh kekurangan vitamin B12.

Untuk mencegahnya akibat dari kekurangan vitamin B12, maka perlu mengkonsumsi makanan kaya akan vitamin B12 seperti telur, hati dan daging.

8. Mudah Nyeri Pada Tubuh

Masalah infeksi pada luka, gusi yang berdarah, rasa nyeri pada persendian bisa menjadi penyebab tubuh kekurangan vitamin C.

Untuk mengatasinya yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin C, yaitu buah jeruk, jambu batu, tomat, nanas, sayur-sayuran segar dsb.

9. Kuku pucat

Coba tekan kuku Anda dan lepaskan. Apabila saat ditekan kuku berubah menjadi pucat, lalu saat dilepaskan kuku kembali berwarna merah, maka itu artinya tubuh dlaam keadaan baik / normal.

Adapun bila warna pucat tersebut terus terjadi (ditekan atau tidak ditekan sama saja), maka itu bisa jadi tubuh kekurangan zat besi.

Untuk itu, seperti dijelaskan Dr. Mim Beim yang merupakan Ahli Neuropathy di Australia, disarankan mengkonsumsi makanan seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, plum dan aprikot kering.

10. Tepi lidah bergerigi

Coba julurkan lidah, lalu perhatikan pada bagian tepinya bergerigi apa tidak. Jika iya, itu menandakan tubuh dalam kondisi lelah karena kurang istirahat.

Untuk mengatasinya, konsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin A dan vitamin B kompleks, demikian yang dijelaskan Dr. Mim Beim, seperti dilansir dari Body Soul.

11. Kepala mudah berkeringat

Munculnya keringat di kepala bisa menjadi gejala tubuh kekurangan vitamin.

Dr. Michael Holick, salah satu peneliti vitamin D di Mercola Foundation, menjelaskan bahwa munculnya keringat yang terlaliu seringa disebabkan tubuh yang kekurangan vitamin D. 

12. Gejala otot yang mudah kram merupakan akibat dari kekurangan vitamin B5. Untuk mengatsinya dengan mengkonsumsi makanan seperti daging, susu, sayur-sayuran, hati, kacang hijau.

13. Gejala gigi yang mudah rusak, otot yang rentan mengalami kejang-kejang, terjadi masalah pada pertumbuhan tulang bisa menjadi gejala kekurangan vitamin D. Untuk mencegahnya dan mengatasinya maka perlu mengkonsumsi makanan kaya akan vitamin D seperti minyak ikan, susu, telur dan keju.

Kurang Vitamin, Picu Betis Kram di Malam HariRasa sakit diakibatkan dari kram pada betis di malam hari, dimana betis menjadi sulit dan tegang untuk digerakan.

Kondisi kram ini bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit di malam hari.

Ahli rehabilitasi muskuloskeletal dari Klinik Flex Free, Dr Aditya Wahyudi, SpKFR, menjelaskan bahwa betis kram disebabkan oleh banyak hal.

Penyebabnya mulai dari kekurangan nutrisi, posisi tubuh yang salah, hingga karena adanya kelainan pada otot, yang memicu kontraksi secara tiba-tiba saat tidur.

"Betis suka kram di malam hari itu penyebabnya banyak sekali. Itu bisa karena kekurangan vitamin atau mineral, dehidrasi, yang sering ditemui karena ada beberapa otot yang pendek dan menebal. Kelainan otot tersebut membuatnya sensitif, sehingga ketika kontraksi saat kita tidur malam, akan terasa nyeri," papar Aditya di Jakarta.

Selain itu, memakai high heels, atau secara umum memakai sesuatu yang memicu otot betis bekerja terus menerus, yang akhirnya menyebabkan timbulnya kram di betis.

Postur tulang punggung yang salah dapat menjadi pemicu keram otot betis yang suka muncul, serta terjadi dengan secara tiba-tiba. 




Gejala kekurangan vitamin

►

- Copyright © the world of science - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -